Dear putri2ku,
Kita telah meliwati kehinaan terusir, Allah SWT masih menolong kita memberikan tempat tuk berteduh dari panas nya terik dan dari dinginnya hujan. Bersyukurlah kalian atas Nikmat Allah SWT itu.
Tapi kita masih harus meliwati lagi gelombang ujian atau mungkin pp lebih menyebutnya gelombang azab yang akan menerpa kita.
Putri2ku sayang, sungguh semua ini pp anggap azab bagi pp, tapi kalian ikut merasakan azab yang terjadi karena kesalahan2 pp. Tidak adil rasanya jika kalian ikut menanggungnya. Pp sungguh minta maaf atas kesalahan2 pp jika semua ini terjadi karena kesalahan2 pp. Tapi pp melakukan kesalahan ini bukan dengan sengaja atau khilaf, tp demi menjaga kalian semua.
Putri2ku sayang, sebenarnya pp terkadang juga merasakan lemah dan tidak berdaya karena gelombang hutang2 yang besar ini akan menerpa kita. Tapi pp berhutang bukan untuk berfoya-foya atau untuk membeli sesuatu yang tidak penting. Kalian tahu sendiri pp berhutang untuk menghidupi kalian, terutama karena putri pp yang kedua akan lahir dan butuh biaya. Dan kalian mengerti juga seperti yang pp sering ceritakan kpd kalian bagaimana cara pp akan membayar hutang2 tsb. Tapi manusia hanya bisa berencana Allah jualah yang menentukan. Rencana dengan pekerjaan pp yang sebenarnya Insya Allah dpt membayar hutang2 tsb berantakan. Kalian pun mengerti kenapa berantakan rencana tsb, krn pp harus memilih pekerjaan atau kalian.
Putri2ku sayang, malam ini pp dalam keadaan gelisah dan sedih memikirkan kalian. 15 hari lagi pp harus melunasi hutang2 yang mencapai 100 juta, belum minggu ini harus membayar hutang ke om kalian 7 juta, pp bingung sekali bagaimana caranya. Pp juga telah membohongi mm kalian dengan mengatakan kalau bulan depan pp akan dapat proyek yang dapat melunasi semua hutang2, padahal itu hanya untuk membuat kalian tenang dan tidak khawatir. Akhirnya pp jadi bingung sendiri.
Putri2ku sayang, walaupun pp gelisah dan cemas tapi pp tetap percaya dan yakin Allah SWT akan mendatangkan pertolongannya dari arah yang tidak terduga. Seperti minggu lalu saat hanya tinggal beberapa jam lagi kita sekeluarga akan terusir dari rumah jika tidak membayar kontrakan, Allah SWT melimpahkan pertolongan dari arah yang tidak pp dan mm duga. dan kita sekeluarga terselamatkan dari kehinaan karena terusir. Karenanya pp masih dan akan selalu yakin dengan pertolongan Allah SWT untuk urusan yang berikut yang menurut pp malah lebih ringan ketimbang masalah minggu kemarin.
Putri2ku sayang, pp buat blog ini hanya agar pp dapat mencurahkan isi hati dan perasaan pp yang tidak dpt pp ceritakan kepada kalian dan mm kalian. Insya Allah ada jalan keluar dan petunjuk dari Allah SWT... Amin
Tidak ada komentar:
Posting Komentar